Minggu, 16 April 2017

Peringatan Keras Panglima TNI : Kalau tak Waspada Kita Bisa Diusir dari Negara Ini!

Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan penyebab konflik dan perang kini bergeser bukan lagi akibat perbedaan agama, suku dan bahasa, melainkan untuk memperebutkan energi sebuah negara oleh negara lain. 

"Semua konflik melanda negara-negara penghasil minyak, yang terakhir terjadi di Suriah dan Ukraina. Sekarang, 70 persen konflik karena energi, dan nanti akan berubah ke tujuannya merebut pangan dan air yang konfliknya bergeser ke negara ekuator," katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Rabu. 

Menurut dia, negara-negara ekuator yang menjadi ancaman konflik berlokasi di Asia Tenggara, Afrika Tengah dan Amerika Latin. Indonesia tidak luput menjadi sasaran karena kekayaan alam dan jumlah populasi penduduknya. 

"Kalau tidak waspada, kita bisa diusir dari negeri ini. Seperti Indian di Amerika dan Aborigin di Australia," kata Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan, ancaman tersebut bisa dikalahkan selama rakyat dan generasi muda Indonesia berpegang teguh pada Pancasila untuk menjaga kebhinekaan NKRI. 

Tokoh pendiri Indonesia menempatkan lima sila Pancasila yang mengandung makna mendalam tentang ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, dan demokrasi Pancasila yang menjunjung tinggi musyawarah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Republik Indonesia bukan milik satu golongan, adat, dan agama. Islam adalah satu napas dengan ke-Indonesiaan dan kemanusiaan, tanpa membedakan suku," kata Panglima TNI.

sumber : republika

Sabtu, 15 April 2017

Kisah Lucu Jendral TNI Ogah Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Ini Alasannya!

Biasanya para pejabat berlomba-lomba dikubur di Taman Makam Pahlawan. Bahkan banyak yang semenjak masih hidup sudah melengkapi aneka syarat untuk dimakamkan di sana.

Namun justru Mayjen Purn Eddie M Nalapraya ogah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Alasannya pun lucu.

Kisah ini diceritakan oleh wartawan senior Panda Nababan dalam testimoninya untuk buku Jenderal Tanpa Angkatan, Memoar Eddie M Nalapraya terbitan Zigzag Creative.

Saat itu Panda bertemu Mayjen Eddie di Taman Makam Pahlawan Kalibata saat pemakaman Ali Moertopo. Keduanya lalu mengobrol.

"Panda, kau kan wartawan. Kau tulis kalau aku meninggal dunia, aku tak mau dimakamkan di sini," kata Eddie.

"Memangnya kenapa Pak?" balas Panda.

"Aku tidak bisa tidur nyenyak. Nanti aku diperintah sana sini oleh para jenderal itu," jawab Eddie.

"Loh apa urusannya dengan para jenderal ini. Kan beliau beliau sudah meninggal?" kata Panda heran.

"Tidak, mereka ini walau sudah meninggal masih suka perintah-perintah," kata Eddie sambil menunjuk makam beberapa orang jenderal.

Panda Nababan tertawa mendengar jawaban Eddie. Dia tak menyangka selera humor Eddie.

Eddie mengaku lebih baik dimakamkan di wilayah Jakarta Utara. Pria kelahiran 1931 ini memang asli Tanjung Priok.

Lain Eddie, lain pula Jenderal Hoegeng. Jenderal Polisi jujur ini juga tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Alasan Hoegeng, banyak pejabat korup yang dimakamkan di sana. Hoegeng tak mau bertemu para koruptor itu lagi.

sumber : merdeka

Jumat, 14 April 2017

TUAN GURU BAJANG. Cucu Pejuang Kemerdekaan yang Jadi Gubernur Termuda Indonesia!

Para pembaca mungkin masih asing mendengar nama Syaikh Zainuddin Abdul Madjid. Tetapi coba anda berkunjung ke Pulau Lombok (sebuah pulau kecil dan indah yang sering dijuluki Pulau Seribu Masjid), kemudian menanyakan nama itu kepada orang asli Lombok, pastilah semua orang yang anda tanya akan kenal sekali dengan nama itu. Terutama di kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pejabat. Apalagi jika pembaca atau wartawan bertanya kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini. Mengapa? Simak terus tulisan ini untuk mendapatkan jawabannya. 

Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah seorang tokoh terkenal di Pulau Lombok bahkan Nusa Tenggara Barat. Di pulau Lombok, sebutan syaikh lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru. Tuan Guru ini identik dengan Kyai di Jawa. Sehingga di depan nama Beliau ini biasanya dituliskan singkatan TGKH (Tuan Guru Kyai Haji). Sehingga dalam penulisan nama Beliau di berbagai tempat secara lengkapnya adalah TGKH Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Profil Beliau juga bisa kita pelajari lebih lengkap melalui ensiklopedia wikipedia.org, seperti yang tertulis berikut ini: Maulana al-Syaikh Tuan Guru Kyai Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (disingkat menjadi Hamzanwadi = Hajji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah) lahir di desa Pancor, Lombok Timur, 5 Agustus 1898 � meninggal di tempat yang sama pada 21 Oktober 1997 Masehi / 19 Jumadil Tsani 1418 Hijriah dalam usia 99 tahun menurut kalender Masehi, atau usia 102 tahun menurut Hijriah. 

Beliau adalah pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi massa Islam yang terbesar di provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB. Pendidikan Agama di Makkah Al Mukarromah Pendidikan dasar Beliau diselesaikan di Kampung Bermi Desa Pancor, Kabupaten Lombok Timur, NTB (tempat penulis tinggal saat ini). Saat Beliau berusia 15 tahun (tahun 1923 M), beliau dikirim oleh ayahandanya Tuan Guru Abdul Madjid untuk belajar agama di Makkah Al Mukarromah. Di Makkah, beliau belajar di Madrasah Ash Shaulatiyah yang dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah. 


Selama belajar di madrasah, beliau dikenal memiliki prestasi akademik yang sangat istimewa. Beliau berhasil meraih peringkat pertama dan juara umum. Dengan kecerdasan yang luar biasa, TGKH. Muhammad Zainuddin berhasil menyelesaikan studi dalam waktu hanya 6 tahun, padahal normalnya adalah 9 tahun. Dari kelas 2, diloncatkan ke kelas 4, kemudian loncat kelas lagi dari kelas 4 ke kelas 6, kemudian pada tahun-tahun berikutnya naik kelas 7, 8 dan 9. Beliau tamat dari Madrasah Shaulatiyah dengan predikat Mumtaz (summa cumlaude) dan ijazah Beliau ditulis langsung dengan oleh ahli khat terkenal di Mekah, yaitu Al-Khathath al-Syaikh Dawud al-Rumani atas usul dari direktur Madrasah al-Shaulatiyah. 

Syaikh Maulana Abdul Madjid
Perjuangan dan Dakwah Sepulangnya Beliau dari Makkah pada tahun 1934, Beliau mendirikan Madrasah Al Mujahidin (1934 M), dan kemudian pada tahun 1937 mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan (disingkat NW). Madrasah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya organisasai agama terbesar di NTB yaitu Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW), yang menjadi perintis dan penggerak sosial keagamaan di Lombok dan Sumbawa. Bahkan saat ini, murid-murid Beliau sudah banyak yang berdakwah dan mendirikan Madrasah NW di berbagai daerah di Indonesia seperti NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Sulawesi, Kalimantan, bahkan sampai ke mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan lain sebagainya. 

Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, madrasah NW menjadi penggerak dan markas perjuangan melawan penjajah. Beliau bersama adiknya Tuan Guru Haji Muhammad Faisal bertempur dan menyerbu tentara NICA di Kota Selong. Namun akhirnya adik Beliau gugur di medan pertempuran. Pada tahun 1945 pelopor kemerdekaan RI untuk daerah Lombok Pada tahun 1946 pelopor penggempuran NICA di Selong Lombok Timur.


Pengabdian untuk Masyarakat dan Negara Maulana Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah sosok ulama yang jenius, kharismatik, ikhlas, dan bersahaja. Beliau juga sangat berjasa untuk bangsa ini. Karya Selain berdakwah secara langsung dengan berkeliling di seluruh NTB, beliau juga produktif menulis. Bahkan hingga saat ini, beberapa karya Beliau selalu diamalkan oleh kaum Nahdliyyin (pengikut NW) yang dibaca setiap malam Senin dan Jumat di kampung-kampung di sebagian besar wilayah Lombok. 

Beliau wafat pada tanggal 21 Oktober 1997 Masehi (20 Jumadil Akhir 1418 H) dalam usia 99 tahun. Beliau adalah ulama pewaris para nabi. Beliau sangat berjasa dalam mengubah masyarakat NTB dari keyakinan semula yang mayoritas animisme dan paganisme menuju masyarakat NTB yang islami. Buah perjuangan Beliau juga lah yang menjadikan Pulau Lombok sehingga dijuluki Pulau Seribu Masjid. Karena di seluruh kampung di Lombok pasti kita temukan masjid untuk tempat ibadah dan acara sosial, baik yang berukuran kecil maupun besar. 

Saat ini pun, propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipimpin oleh cucu Beliau, yaitu Dr. Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainul Majdi, MA. Beliau in sering dipanggil Tuan Guru Bajang. Karena umur beliau ini masih muda belia (bajang artinya muda dalam bahasa sasak). Saat terpilih sebagai gubernur, tuan guru bajang ini masih berusia 36 tahun, sehingga dinobatkan sebagai Gubernur Termuda di Indonesia. Cucu syaikh Zainuddin ini merupakan doktor tafsir lulusan Universitas Al Azhar Cairo Mesir. 

Memperhatikan seluruh riwayat kelahiran, pendidikan, dan perjuangan Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid baik untuk masyarakatnya dan negaranya, maka sudah sepantasnya Beliau ini diangkat sebagai Pahlawan Nasional Perjuangan. Namun sayang seribu sayang, sampai hari ini saya belum mendengar pemerintah mengeluarkan SK untuk pengangkatan Beliau sebagai Pahlawan Nasional. Padahal, setiap ada kegiatan HULTAH (Hari Ulang Tahun organisasi NW ini) sudah sering kedatangan para pejabat dari pusat. Presiden SBY pun pernah datang ke Pancor ini sebelum jadi presiden. Pejabat lain yang pernah saya catat kedatangannya adalah: Yusril Ihza Mahendra, MS Ka�ban, Hatta Rajasa, Tifatul Sembiring, Hidayat Nurwachid, Nurmahmudi Ismail, Syafii Antonio, dll. 

sumber : kompasiana



Kamis, 13 April 2017

Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) Surati Jokowi, Isinya? Asli MAKAR.!

Setelah surat pertama tak direspon, kelompok yang mengatasnamakan Negara   Federal Republik Papua Barat (NFRPB) kembali bersurat ke Presiden Jokowi. Isinya juga tak berbeda jauh dengan sebelumnya yakni menawarkan upaya perundingan untuk mengakui sebuah negara di Papua. 

�Ini surat Presiden NFRPB, Forkorus Yaboi Sembut tahap kedua terkait dengan perundingan damai antara NKRI dan NFRPB. Surat tersebut telah diantar ke Jakarta pada 7 Maret lalu dengan 40 tembusan,� kata Elias Ayakeding yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Federal di Prima Garden Abepura, Senin (3/4).

Dilansir dari Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group), dalam surat ini disebutkan enam poin dasar pengajuan surat perundingan yakni pertama hasil ketetapan Kongres Rakyat Papua (KRP) III tertanggal 17 - 19 Oktober 2011 di Lapangan Zakeus, Abepura. 

Kedua, deklarasi secara sepihak atau Unilateral Declaration of Independence (UDI) Bangsa Papua di Negeri Papua Barat pada tanggal 19 Oktober 2011 dalam KRP III adalah dasar hukum kebisaan internasional (Internasional Custom Law) yang mendorong terbentuknya NFRPB. 

Ketiga berdasar UDI, NRFPB secara otomatis telah mendapat predikat subjek internasional yang dikenal dengan Belligerent yang artinya negara yang sedang berjuang untuk mendapat pengakuan dan peralihan kedaulatan administrasi pemerintahan atas wilayah dan rakyatnya. 

Keempat dengan UDI, Bangsa Papua di Papua Barat dan NFRPB sebagai subjek hukum internasional yang baru muncul maka, New York Agreement sebagai hukum perjanjian internasional antara pemerintah Belanda dan pemerintah Indonesia dinyatakan hilang dan tidak berlaku lagi. Karena Papua Barat, mantan wilayah koloni Nederlands Nieuw Guinea sebagai objek perjanjian internasional sesuai dengan Viena Convention on the Law of Treaties Between states 1969. 

�Kelima UDI Bangsa Papua adalah pernyataan pemulihan kemerdekaan atas mantan wilayah koloni Nederlands Nieuw Guinea (Papua Belanda) yang dianeksasi oleh Pemerintah Indonesia. NFRPB tidak mencaplok wilayah Nederlands indisch ( Hindia Belanda) yang adalah wilayah NKRI dan itu sangat jelas,� ujar Forkorus dalam rilis yang dibacakan Elias Ayakeding. 

Dan keenam Indonesia juga menyatakan kemerdekaan dengan menempuh jalan yang sama, melalui unilateral act atau pernyataan sepihak dalam bentuk proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan secara otomatis mendapat predikat subjek hukum internasional yang dikenal dengan belligerent. 

�Surat pertama sudah disampaikan sejak tahun 2012 yang ditujukan pada Presiden SBY yang isinya tentang perundingan damai namun belum mendapat tanggapan. Ini surat penawaran tahap kedua dengan isinya sama yakni perundingan damai,� tambah Ayakeding.

Dikatakan, jika surat kali ini kembali mentok maka akan ada surat terakhir yang sifatnya desakan. Surat kali ini isinya resolusi dan penegasan belum masuk pada desakan. �Kami memberikan deadline waktu,� tegasnya. 

Disinggung soal kelompok lain yang juga berjuang dengan cara lain namun untuk tujuan yang sama, kata Ayakediang  kelompok tersebut tak masuk dalam NFRPB sebab upaya yang dikedepankan lebih pada diplomasi damai sesuai piagam PBB. 

�Kelompok lain berbeda dengan NFRPB. Kami tetap berpatokan pada Kongres Papua II dimana rekomendasikan adalah damai lewat negara federal dan kami tak bicara referendum melainkan pengakuan,� tambahnya. 

Pihaknya juga mempertegas bahwa NFRPB adalah sebuah negara dan bukan kelompok seperti ULMPW sehingga tidak bisa negara dibawa masuk ke kelompok. �Kalau ada yang berbicara soal NFRB itu penyampaian personal dan bukan atas nama Negara. Edison Waromi, Markus Haluk, Jacob Rumbiak,  maupun Otto Mote adalah kelompok yang inkonsisten terhadap deklarasi 19Oktober 2011  sehingga ini bagian dari penegasannya,� imbuh Ayakeding. 

Sumber : jawapos

Panglima TNI : Saya Berikan Prajurit Terbaik! Siap Menjaga Novel Baswedan!

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. Pengawalan diperlukan buntut dari teror terhadap Novel Baswedan.

"Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4).  Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan," ujar Gatot.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini pun mengutuk keras tindakan orang tak dikenal yang melakukan penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan pada Selasa (11/4).

Novel Baswedan terkena siraman air keras ketika selesai menunaikan ibadah Shalat Subuh di masjid di dekat kediamannya di Kepala Gading, Selasa (11/4) pagi.

Sesaat setelah kejadian, Novel langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kepala Gading. Diduga pelaku penyiraman berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm.

Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut pascamengalami serangan penyiraman air keras pada Selasa (11/4).

"Saya ikut ke Singapura, mohon doanya ya," kata abang Novel, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu.

Namun, Taufik mengaku tidak memahami teknis perawatan yang akan dijalani oleh Novel di sana. "Teknisnya saya kurang tahu," tambah Taufik.

sumber : merdeka.com

Silahkan di share

MANTAP.! Panglima TNI : Setiap Satu TPS di Jakarta Dijaga Satu Prajurit!

Mabes TNI akan menempatkan satu prajurit TNI di setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta pada 19 April 2017 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan saat pencoblosan berlangsung.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengamankan Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Pengamanan akan dilakukan prajurit TNI yang sifatnya di Bawah Kendali Operasi (BKO) Polri.

"Saya sudah bekerja sama dengan Kapolri antara lain di  TPS-TPS nanti ada anggota TNI-Polri. BKO dengan kepolisian, nanti kepolisian yang akan menentukan," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 12 April 2017 kemarin.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan, jumlah personel TNI yang akan menjaga TPS pada putaran kedua nanti akan ditambah. Sebab, jumlah TPS yang ada juga mengalami penambahan sebanyak 11 TPS dari 13.023 TPS menjadi 13.034 TPS. 

"Tentu (ada peningkatan) TPS saja ada berapa sekarang. Tapi satu TPS itu minimal ada satu orang," ujar Gatot. Terkait dengan mekanisme pengamanan, Gatot mengaku tidak dapat menjelaskan secara rinci karena masih akan dibahas dengan Kapolri. 

"Berapa jauh jaraknya dan tentu nanti kita adakan apel oleh Kapolri, kemudian nanti oleh polres-polres, kemudian masuk jadi sasaran," ujarnya. Selain mengamankan TPS, sambung Gatot, TNI juga siap menjaga wilayah-wilayah lainnya yang dianggap rawan konflik. 

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto menambahkan, sudah ada pemetaan daerah-daerah rawan konflik pada pencoblosan nanti. �Pasti sudah dipetakan, kita selalu memetakan daerah-daerah rawan, kemungkinan kerawanannya apa saja,� ucapnya. 

sumber : sindonews

Rabu, 12 April 2017

MENDEBARKAN.! Pasukan TNI Mengantar Bantuan Seragam ke SD Terpencil di Kalimantan!

Video viral pelajar SD di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang meminta bantuan tas sekolah, sampai ke telinga Presiden Joko Widodo.

Presiden langsung mengirim bantuan yang diminta tersebut melalui sekretaris pribadinya.

Adapun, tim yang ditugaskan untuk mengirimkan bantuan tersebut berangkat pada Kamis, 6 April 2017, lalu.

"Presiden telah melihat video itu dan langsung memerintahkan Sespri untuk mengirim bantuan," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo, Rabu (12/4/2017).

Tidak hanya tas sebagaimana permintaan empat pelajar SD itu, Presiden juga mengirimkan paket bantuan lain.

Mereka mendapatkan buku tulis sebanyak 10 buah, pulpen, pensil, penghapus, penggaris, rautan, buku gambar, krayon, tempat pensil, tempat makan dan minum, sandal, serta satu set seragam sekolah termasuk topi dan dasi.

Paket bantuan itu juga diberikan kepada pelajar SD di beberapa sekolah di Kabupaten Bengkayang.

Rinciannya sebagai berikut: 135 paket bantuan untuk pelajar SDN 04 Sungkung, 148 paket untuk pelajar SDN 11 Senebeh, 168 paket untuk pelajar SDN 10 Medeng, dan sebanyak 151 paket bantuan untuk pelajar SDN 09 Senoleng.

Untuk masing-masing sekolah tersebut, Presiden juga memberikan paket bantuan lainnya yang berisikan 4 set foto Presiden dan Wakil Presiden, 2 bendera merah putih, buku soal-soal, 10 kotak kapur tulis, 2 penghapus papan tulis, 2 atlas, 2 peta dunia, dan 100 papan alas ujian.

Bantuan tersebut dibagikan serentak Senin, 10 April 2017 pukul 09.00 WIB lalu.

Kumpulan foto





sumber : tribun

Saking Seringnya Menang Lomba Menembak, Indonesia Raya Disebut Lagu Sampai Petang!


Kontingen TNI AD berhasil membawa pulang gelar juara umum dalam laga ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-26. Prajurit TNI ternyata sempat mendapat 'godaan' dari Filipina selaku tuan rumah.

"Pihak Filipina memberikan godaan dengan tour terpimpin. Tour yang dikoordinir sama panitia melihat tempat-tempat wisata di sana seperti mal, museum dan sebagainya," kisah Komandan Kontingen TNI AD dalam AARM Mayor Inf Wimoko saat berbincang di Mabesad, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2016).

Maksud Filipina sebenarnya baik dengan memberi service kepada para peserta. Sambil berkelakar, Wimoko menyebut service tersebut adalah godaan bagi para atlet petembaknya sebab tour tersebut digelar di awal-awal pertandingan.

"Boleh dibilang godaan, tapi kelemahan prajurit saya itu tidak bisa hidup enak. Karena punya misi datang untuk menang, mereka tidak mau bersenang-senang sebelum misi itu tercapai," ucapnya.

Wimoko pun membuat siasat agar pihaknya tidak mengecewakan Filipina sebagai tuan rumah namun tidak membuat para petembak hilang konsen. Dia mengirim tim official untuk ikut pada tour itu.
Cerita Soal 'Godaan' Filipina ke Prajurit TNI AD Saat Lomba Tembak AARMFoto: Elza Astari/detikcom

"Saya punya siasat, yang ikut dalam tour itu bukan petembak tapi tim pendukung termasuk saya. Kita menjaga diplomasi, menjaga kebersamaan. Jangan sampai tidak ikut jadinya diplomasi enggak baik. Tapi tetap tujuan petembak fokus tercapai," terang Wimoko.

Saat sudah berada di Filipina, para atlet petembak tidak bisa berlatih kembali di lapangan sebelum pertandingan. Meski begitu, Wimoko tetap meminta mereka berlatih lewat imajinasi.

"Petembak kami ada keterbatasan ditaruh di penginapan, saya antisipasi dengan meminta mereka melakukan imaginary training. Membayangkan latihan padahal mereka hanya duduk," jelas Danyon 811 Gultor Sat 81 Kopassus itu.

Latihan dengan cara tersebut ternyata cukup membantu dalam memperoleh kemenangan. "Itu terbukti. Menurut penelitian, atlet itu antara latihan di lapangan dengan imaginary training yang paling bagus dikombinasi. Jadi digabung," tambah Wimoko.
Cerita Soal 'Godaan' Filipina ke Prajurit TNI AD Saat Lomba Tembak AARMFoto: Saat TNI merayakan kemenangan di AARM/ Elza detikcom

Kisah lain yang cukup berkesan bagi Kontingen TNI AD adalah saat pertandingan di kategori senjata otomatis. Dari tiga juara, semuanya direbut oleh tim Indonesia. Itu membuat tiga Bendera Merah Putih dikibarkan secara bersama-sama saat pemberian hadiah. Foto momen tersebut sempat menjadi viral di media sosial.

"Jadi ada bercandaan antar komandan kontingen. Terutama dari Malaysia dan Brunei karena sama-sama bisa bahasa Melayu," cerita Wimoko.

Seringnya tim Indonesia menjadi juara pada berbagai kategori pertandingan, membuat lagu Indonesia Raya selalu dikumandangkan setiap harinya. Komandan kontingen negara tetangga pun menyebut lagu Indonesia Raya sebagai "lagu sampai petang" karena tak henti-hentinya diperdengarkan saat momen pemberian hadiah.

"Dari Malaysia bilang apa lagu sore ini (tim yang menjadi pemenang). Brunei bilang pasti Indonesia Raya. Malaysia bilang itu 'lagu sampai petang'. Komandannya bahkan bercanda itu kasetnya rusak karena diulang-ulang terus," Wimoko menuturkan.

"Dia juga bilang kalau bisa saya curi kasetnya biar panitia enggak menyalakan lagu Indonesia Raya. Pernah tim Indonesia, Malaysia dan Brunei bareng di podium, tapi Malaysia bilang tetap tak ada lagu mereka," imbuhnya.


Hal tersebut lantaran tim harus berada di posisi pertama di setiap pertandingan jika ingin lagu negaranya dikumandangkan. Atau perwakilan peserta harus mendapat medali emas.

"Mereka bilang sampai hafal lagu Indonesia Raya. Karena setiap hari terdengar terus. Makanya disebut 'lagu sampai petang'," tutup Wimoko. 

sumber : detik

Ketika Prabowo Menolak Kewarganegaraan dari Yordania. Alasannya Sungguh Mengharukan!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar digoyang isu kewarganegaraan ganda. Arcandra disebut berkewarganegaraan Amerika Serikat dan Indonesia.

Ahli perminyakan ini membantah isu tak sedap tersebut. Indonesia memang melarang warga negaranya memiliki dua kewarganegaraan. Jika melanggar, orang tersebut kehilangan status sebagai warga negara Indonesia.

Arcandra menegaskan dia hanya kuliah di AS dan masih menjadi warga negara Indonesia sampai sekarang.

"Saya itu orang Padang asli, istri saya orang Padang asli. Lahir dan besar di Padang. Cuma saat kuliah S2, S3 saya di AS. Saya pergi ke AS pada 1996. Sampai saat sekarang saya masih memegang paspor Indonesia. Paspor Indonesia saya masih valid. Hayo, mau nanya apa lagi?," ujar Arcandra di Jakarta, Minggu (14/8).

Isu ini ditanggapi beragam. Ada yang meminta tak perlu dibesar-besarkan, ada juga yang meminta diusut tuntas.

Isu pejabat berkewarganegaraan ganda ini bukan hal baru. Tahun 2014 lalu, Letjen (Purn) Prabowo Subianto juga diserang isu serupa. Saat panas-panasnya Pilpres, Prabowo diserang memiliki kewarganegaraan Yordania.

Kabar ini langsung dibantah kubu Prabowo. Orang dekat Prabowo, Fadli Zon, menegaskan Prabowo tak pernah sedetik pun memiliki kewarganegaraan ganda. Prabowo memang sempat tinggal cukup lama di Amman, Yordania, selepas kisruh 1998. Namun Prabowo tak benar Prabowo menjadi WN Yordania.

Fadli menuturkan, selama di Amman, Prabowo hidup sederhana dan bepergian dengan taksi. Prabowo bahkan punya sopir taksi langganan yang bernama Muhammad. " Prabowo di Amman belajar bisnis, belajar bahasa Arab, dan dihargai oleh pangeran-pangeran Arab," tulis Fadli saat itu.

Fadli menambahkan Prabowo juga menolak menjadi penasihat militer Yordania. Padahal sahabatnya sendiri, Pangeran Abdullah yang memintanya. Keduanya bersahabat karib sejak lama.

Direktur Komunikasi dan Media Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta, Budi Purnomo Karjodihardjo saat itu menjelaskan Prabowo menolak menjadi WN Yordania karena cinta pada Indonesia dan tak mau kehilangan status sebagai WNI. Budi menambahkan tudingan kewarganegaraan ganda pada Prabowo adalah sebuah black campaign.

sumber : merdeka.com