Setelah kejadian 30 September 1965, Bung Karno mengalami banyak kemunduran di karir politiknya. Puncaknya adalah ketika beliau menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso atas prakarsa Presiden Soeharto. Ketika itu keadaan Bung Karno sungguh miris. Putra sang Fajar si pemerdeka tanah air harus tinggal dengan serba kekurangan di tempat tersebut. Sebagai bangsa yang tahu terima kasih, tentu tak pantas Bung Karno diperlakukan macam itu.
Keadaan Bung Karno yang seperti ini bukan tidak diketahui. Banyak pihak yang aslinya gregetan dan ingin membawa Bung Karno pergi dari sana. Salah satunya adalah orang-orang Marinir TNI. Pasukan yang dulu dikenal dengan nama KKO ini bahkan pernah mengadakan semacam operasi khusus. Misinya adalah untuk membawa Bung Karno pergi dari tempat yang sama sekali tak pantas untuknya itu.
Namun sayangnya, misi ini sendiri punya akhir yang tidak terduga. Nah, lalu seperti apa kronologi dari misi rahasia satu ini? Simak ulasan lengkapnya berikut.
Bung Karno Jadi Tahanan Rumah di Wisma Yaso
Peristiwa G30S bisa dibilang sebagai pukulan yang cukup berat bagi Bung Karno. Belum lagi setelah itu beliau juga memprakarsai Supersemar yang membuat posisinya makin melemah di pemerintahan. Puncaknya adalah ketika MPR mengadakan Sidang Istimewa di tahun 1967 dan menunjuk Pak Harto sebagai presiden baru. Kejadian ini pun membuat Bung Karno harus angkat kaki dari Istana negara dan mempereteli semua atribut kepresidenan.
Wisma Yaso adalah tempat tinggal Bung Karno setelah pergi dari istana. Di sini beliau bukan menikmati pensiun, melainkan mirip seperti tahanan rumah. Akses sulit, interogasi tak ada henti, terkucil dari pergaulan, dan sebagainya. Tempat ini pun seolah seperti meredam semua kedigjayaan Bung Karno, termasuk jasa-jasa besarnya bagi Indonesia.
Keadaan Bung Karno Membuat KKO Marah
Keadaan miris Bung Karno bukanlah sesuatu yang benar-benar rahasia meskipun beliau dijaga sedemikian ketat. Alhasil, banyak pihak yang marah dan menyayangkan kenapa sang pendiri bangsa ini harus dibegitukan setelah hal luar biasa yang dilakukannya bagi negara ini. Bukan hanya keluarga sang Proklamator, KKO pun merasa geram dengan keadaan Bung Karno.
Berawal sari sikap geram itu akhirnya KKO pun mengusulkan agar diadakan semacam misi penyelamatan Bung Karno. Disebut misi karena untuk menjemput secara normal, hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi. Misi ini kemudian dilakukan oleh satu grup kecil yang berisi orang-orang paling jago di KKO.
Sekilas Tentang Loyalitas KKO
KKO dan pasukan spesialnya yang bernama Kipam (sekarang Yontaifib) adalah salah satu satuan yang paling dekat dengan Bung Karno. Mereka sangat loyal dan sama sekali tak pernah meragukan Bung Karno. Meskipun Putra Sang Fajar banyak dibombardir isu-isu yang kurang menyenangkan.
Potret loyal KKO kepada Bung Karno pernah ditunjukkan lewat sebuah konvoi militer. Ketika itu mereka turun ke jalan sambil meneriakkan yel-yel macam �Jayalah Bung Karno!�, padahal ketika itu berita kurang mengenakkan tentang Ayah Bu Megawati ini sudah gencar. Bahkan KKO sendiri punya semboyan khusus sebagai bentuk ketaatan kepada Bung Karno. Mereka mengatakan kalau hitam kata Bung Karno, maka hitam kata KKO.
Melancarkan Aksi Penyelamatan Bung Karno
Di Wisma Yaso Bung Karno mendapatkan pengawalan yang cukup ketat oleh TNI. Makanya, seperti yang sudah disinggung sebelumnya, adalah hal yang mustahil bagi KKO untuk masuk baik-baik dan membawa Bung Karno. Akhirnya misi penyelinapan pun dilakukan.
Tidak ada halangan yang berarti ketika misi ini dilakukan. Para Yontaifib bisa langsung menuju kamar Bung Karno. Tanpa basa-basi, ketua grup langsung menyampaikan maksud jika mereka ingin membawa Bung Karno pergi dari tempat ini. Namun, Bung Karno dengan bijak menolak hal ini karena punya alasan khusus. Akhirnya, Yontaifib pun pulang dengan kecewa dan rasa kehilangan yang besar.
Alasan Bung Karno Enggan Dibawa Pergi
Sebagai manusia biasa, Bung Karno jelas sama sekali tak betah tinggal di Wisma Yaso dengan segala hal buruk yang ada di sana. Dan ketika dijemput oleh korps KKO, beliau pun senang walaupun akhirnya menolak ajakan tersebut. Bung Karno punya alasan tersendiri yang mana itu jauh di atas kepentingan dirinya secara pribadi.
Alasan beliau tidak mau pergi adalah karena tidak ingin terjadi perpecahan di Indonesia. Dan memang benar, kalau saja beliau pergi, maka rakyat dan TNI pun bakal pecah grup karena membela sosok yang berbeda. Bung Karno sendiri basis pendukungnya masih sangat besar walaupun beliau dikucilkan seperti itu. Perang saudara, adalah yang akan terjadi seumpama beliau melangkahkan kakinya keluar dari Wisma Yaso.
Seandainya Bung Karno mau saat itu untuk ikut KKO, mungkin yang terjadi selanjutnya adalah tragedi berdarah jilid II di Indonesia. Yang jelas rakyat dan aparat akan terpecah dan terjadi peperangan saudara yang akan sangat ngeri. Bung Karno dengan mengorbankan dirinya, menolak pergi dan memilih dirinya terlunta-lunta di Wisma Yaso demi bangsa ini.
sumber : boombastis
Usianya memang senja, tangan pun mulai bergetar saat menggoreskan pena. Namun detik-detik peristiwa tepat di hari pertama tahun 1964 tidak pernah beranjak dari memorinya. Soetoyo ingat jelas, tepat pukul 15.00 Wita, tentara Inggris dan Gurkha menyerang pos tempatnya berjaga di Krayan, perbatasan Kalimantan dengan Malaysia.
Soetoyo paham betul menjadi seorang pejuang mesti memiliki moral yang tinggi. Karena itu, walau empat rekannya sesama pejuang di garis depan berdarah-darah dibantai musuh, tak sedikit pun ada gentar dalam sanubarinya. Malahan semangatnya meletup-letup mempertahankan perbatasan negeri dari geliat pasukan asing.
�Jam tiga sore, terdengar suara pistol disertai lemparan granat. Salah seorang dari kami mengecek ke pos jaga dan kembali melapor. Tiga teman kami gugur, seorang lagi luka parah. Rupanya kami diserang,� kisah Soetoyo mengulas kembali baku tembak pertama dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia di Kalimantan.
Sejak semester kedua 1963, dia bersama tujuh rekannya ditugaskan menjaga wilayah perbatasan Kaltim dengan Malaysia. Regunya berada di daerah Krayan, Nunukan, bersebelahan dengan wilayah Ba�kelalan, Serawak yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah bukit dan tanah lapang sepanjang lima kilometer menjadi pemisah antara Indonesia dengan negeri jiran tersebut.
Batalion tentara Inggris yang dibantu pasukan Gurkha bersiaga di Ba�kelalan. Sebuah bandara menjadi pangkalan mereka, mengancam kedaulatan Indonesia.
�Itu serangan militer pertama. Sebelum-sebelumnya hanya ketegangan antara dua negara yang dimulai dengan perobekan foto Presiden Soekarno dan diinjaknya Garuda Pancasila di Kuala Lumpur,� beber Soetoyo.
Diserang, Soetoyo dan rekan-rekannya membalas. Mereka mengejar tentara musuh hingga melewati perbatasan. Baku tembak tak terelakkan. Desingan senapan mesin jenis M43 pun tak berhenti menyentak.
Walaupun hanya terdiri dari empat prajurit, Soetoyo dan rekan-rekannya tak gentar. Sekalipun mereka menyadari tengah berhadapan dengan satu peleton prajurit musuh.
�Kami tahu mereka satu peleton karena ada suara letusan pistol. Yang membawa pistol itu hanya komandan peleton,� ujarnya dalam suara parau.
Semangat membela tanah air disertai darah muda yang menggebu-gebu membuat Soetoyo bertempur tanpa beban.
Dia masih bujang kala itu, usianya belum genap 22 tahun. Namun semakin memasuki daerah lawan artinya semakin dekat dengan maut. Pertahanan Inggris pun memberikan perlawanan. Hujan peluru membuat Soetoyo dan kawan-kawan mesti bertempur cerdas.
�Kami sadari lawan kami tidak sedikit. Apalagi kami masuk wilayah musuh. Kami sempat berlindung beberapa jam. Setelah memastikan telah mengusir prajurit musuh dari wilayah Indonesia, baru kami kembali ke pos,� tutur Soetoyo yang mengawali karier militernya di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Jember ini.
Dia menyesalkan leher senapan mesin M43 yang terkena tembakan musuh. Sehingga tidak dapat memutar dan hanya membidik ke satu arah. Padahal dengan kemampuan menembakkan 500 peluru dalam satu rantai, pasti bisa menembak lebih banyak prajurit musuh bila dapat berputar.
Hebatnya, senapa mesin itu digerakkan oleh rekan Soetoyo di pos jaga yang selamat meski harus kehilangan satu kaki.
�Walaupun terluka parah karena serangan musuh dan kehilangan kakinya, namun dia masih bisa bergerak untuk mengoperasikan senapan. Membuat prajurit musuh kocar-kacir masuk ke hutan,� kenangnya.
Setelah selamat dalam pertempuran tersebut, Soetoyo dan rekan-rekannya terus mendapat intimidasi dari tentara Inggris yang membantu Malaysia. Beberapa kali tentara Inggris melayangkan ultimatum, memaksa Soetoyo dan regunya di perbatasan untuk melambaikan bendera putih.
Di antara ultimatum itu mengabarkan bahwa pasukan Indonesia termasuk pasukan khusus RPKAD telah menyerah, menyimpulkan perjuangan Soetoyo dan rekan-rekannya sia-sia.
�Tapi kami tidak gentar. Karena kami berada di wilayah kami sendiri. Kami tidak mau menyerah,� ungkap pria kelahiran Kediri, 2 November 1942 ini.
Empat bulan mempertahankan pos perbatasan, Soetoyo ditarik kembali ke Balikpapan. Dia hendak dididik mengoperasikan senjata penangkis serangan udara Batalion Arsu. Sementara tugasnya di Krayan digantikan pasukan batalion 517.
Namun saat berada di Malinau dalam perjalanan ke Balikpapan, dia mendengar kabar pasukan Inggris menyerang Krayan hingga ke daerah perkampungan. Batalion 517 yang menggantikan regunya pun hancur lebur dalam serangan tersebut.
�Mungkin intelijen musuh mengetahui bahwa pasukan yang berjaga merupakan pasukan baru yang belum mengenal medan. Lalu mereka memutuskan menyerang dengan brutal,� sebutnya.
Lepas pendidikan di Balikpapan, Soetoyo ditugaskan di Batalion 609 di Hulu Mahakam, yang kini masuk wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah konfrontasi dengan Malaysia berakhir tahun 1966, dia dipanggil kembali ke batalionnya di Balikpapan. Setahun kemudian dia dipindahtugaskan menjadi Polisi Militer dan pindah ke Kota Tepian tahun 1970.
�Saya jadi polisi militer sampai pensiun tahun 1990. Karena saya sempat bertempur dalam konfrontasi dengan Malaysia dan mendapatkan penghargaan Dwikora, saya disarankan mendaftar ke Legiun Veteran,� tandas kakek dari 19 cucu ini. (bersambung)
sumber : prokal
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas kelakuan oknum TNI yang memukul anggota Polantas di Pekanbaru, Riau. Dia berjanji oknum yang disebut sakit jiwa itu tetap diproses hukum.
"Atas kejadian tersebut (oknum TNI pukul Polantas), saya mohon maaf dan anggota tersebut sekarang sudah ditahan di Riau," kata Gatot di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).
Gatot mengaku anggotanya tersebut mengalami gangguan kejiwaan sehingga melakukan tindakan tidak terpuji. Menurutnya, anggota tersebut sebenarnya sedang menjalani konsultasi di salah satu rumah sakit jiwa di Riau.
"Wartawan di Riau bisa cek di rumah sakit jiwa mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini, saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," ujar Gatot.
Gatot menjelaskan TNI tidak bisa langsung memecat anggota yang memukul Polantas tersebut. Sebab, untuk melakukan pemecatan harus ada proses hukum. Sementara anggota tersebut menderita sakit jiwa. "Kan diproses tapi dia sakit jiwa tapi tetap kami proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana. TNI tidak akan mengeluarkan, memecat anggota tanpa proses hukum," papar Gatot.
WS mengamuk di jalan dan menendang motor anggota polantas pada Kamis 10 Agustus 2017. Dia juga memukul helm anggota itu dengan keras.
"Ke kantor itu apel yang lain pakai seragam, dia tahu-tahu nyelonong pakaian preman sendiri. Di pojokan. Perlu pengobatan khusus lah. Teman-temannya juga, mungkin kawan polisi juga tahu dia depresi gitu. Jadi mungkin maklum. Teman-teman polisi di sana sih memang maklum dengan kondisi orang ini. Sudah tahu," kata Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Edi Hartono.
Ada versi sebaliknya dari netizen yang melihat langsung bentrokan TNI AD dan Polantas di Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau kemarin (10/8)
Setelah video seorang oknum TNI memukul anggota polisi lalu lintas (polantas) beredar, beberapa warganet yang mengaku berada di lokasi kejadian memberikan kesaksian.
Beberapa screenshot pengakuan warganet diunggah oleh akun Instagram @dikipedung07, Jumat (11/8/2017).
Berdasarkan informasi, oknum TNI melakukan pemukulan kepada polantas karena sebelumnya polisi tersebut menyenggol motornya.
Akun @miziwazza_ mengaku kejadian berawal ketika polantas mengejar pengendara yang akan ditilang.
Saat mengejar, diduga polantas menyenggol kendaraan anggota TNI yang melintas di jalan yang sama.
Akun ini juga membantah jika anggota TNI tersebut tidak membawa helm seperti yang dituduhkan.
Ia yang merasa di lokasi kejadian terang-terangan menyebut jika anggota TNI tersebut membawa helm.
Hal tersebut ditambah dengan unggah foto potongan video yang diunggah oleh akun @dikipedung07.
Foto potongan video yang direkam dari sebuah mobil memperlihatkan helm merah yang tergantung di setang kemudi motor anggota TNI.
"Perhatikan video itu baik-baik. Itu helm pas turun dari motor dilepasnya dan digantung di setang. Warna merah. Yang jelas polisi itu yang arogan duluan. Sok sok. Udah disuruh minta maaf sama tentara itu baik-baik tapi dia malah nyelonong aja abis nyenggol tentara itu," tulis akun @miziwazza_.
sumber : tribun
WS, oknum TNI yang mengamuk dan memukul helm anggota polantas disebut memiliki gangguan jiwa. TNI saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut termasuk sanksi yang akan diberikan.
"Ini lagi didalami oleh Satintel di sana. Permasalahannya apa. Apakah depresi karena satu penyakit, atau karena keluarga, atau karena beban tugasnya, tidak siap dengan tugas yang berat," ujar Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Edi Hartono kepada detikcom, Kamis (10/8) malam.
Edi mengatakan, WS memang kerap bertingkah aneh beberapa bulan terakhir. Saat ngamuk kepada polisi, WS menggunakan sepeda motor dan marah-marah di tengah jalan terhadap Polantas. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/8) kemarin.
Dia sempat mengamuk di tengah jalan hingga akhirnya memukul helm anggota polantas itu dengan keras. Tak cuma itu, WS pun menendang motor yang dinaiki oleh anggota polantas tersebut. Edi menyebut, anggota kepolisian di wilayah Pekanbaru sudah mengetahui 'keanehan' WS itu.
"Ke kantor itu apel yang lain pakai seragam, dia tahu-tahu nyelonong pakaian preman sendiri. Di pojokan. Perlu pengobatan khusus lah. Teman-temannya juga, mungkin kawan polisi juga tahu dia depresi gitu. Jadi mungkin maklum. Teman-teman polisi di sana sih memang maklum dengan kondisi orang ini. Sudah tahu," terang dia.
"Dari tampangnya itu juga keliatan. Muka-muka tegang gitu kan. Dia memang kesehariannya udah nyeleneh seperti itu. Teman-temannya maklum," kata Edi.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan (Kadispenad) TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh meminta maaf atas kejadian tersebut. Proses hukum terhadap WS akan tetap berjalan.
"Kita menyesalkan kejadian itu,karena kejadiannya tidak seharusnya terjadi. Kita tentu meminta maaf kepada pihak korban Bripda Yoga, juga kepada institusi Polri dan masyarakat. Sekali lagi kita menyampaikan permohonan maaf dan Proses hukum tetap jalan karena TNI AD tidak mentolerir kejadian seperti ini. Termasuk pembuktian tentang kelainan jiwanya," kata Alfret kepada detikcom, Jumat (11/8/2017).
Sumber : detik
Polda Bangka Belitung menggelar Sidang Panitia Penentuan Kelulusan Akhir (Pantukhir) Brigadir Polri tahun 2017. Di sinilah ditentukan nasib ratusan pendaftar bintara polisi. Akankah mereka lulus tes untuk mulai menjalani pendidikan atau pulang dengan tangan hampa.
Calon bintara polisi yang menyedot perhatian adalah Karisma Arya Gus Saputra. Anak seorang pemulung ini berhasil mengalahkan ratusan pelamar lain dan lolos menjalani pendidikan sebagai Bintara Polri.
Begitu dinyatakan lulus, Karisma langsung memeluk kedua orang tuanya yang hadir saat Sidang Pantukhir. Alumnus SMAN 2 Kota Pangkalpinang ini langsung bersujud mencium kaki ibunya sebagai tanda bakti.
Karisma mengaku ini pertama kali dia mendaftar. Selama tes masuk, dia mempersiapkan fisik dan mental dengan sebaik mungkin. Istimewanya, dia melakukan itu di sela-sela kegiatannya membantu orang tua.
"Dalam kesehariannya KA membantu pekerjaan orangtuanya yang bekerja sebagai pemulung. Kondisi kesehatan orangtuanya yang semakin menurun dan tidak memungkinkan untuk bekerja terlalu lelah," demikian informasi dari Divisi Humas Mabes Polri, Senin (7/8).
Agus Sukamto (37) mengaku sangat bersyukur putranya bisa diterima di kepolisan. Dia sempat tak menyangka Karisma yang anak seorang pemulung dan tak punya apa-apa bisa lulus.
"Tidur saja beralaskan tikar. Kami sangat bersukur kepada Allah SWT" kata Agus saat diwawancara awak Tribrata News.
Pemuda kelahiran Pangkal Pinang, 28 Mei 1999 ini sudah memimpikan menjadi abdi negara. Upaya dan kerja kerasnya menuntut ilmu terbayarkan sudah, kini Karisma memiliki kesempatan menjadi abdi negara.
Terlahir sebagai orang yang kurang mampu tidak menjadi penghalang baginya untuk berprestasi dan menggapai cita-citanya menjadi seorang Polisi. Selamat berlatih, negara menunggu dharma baktimu.
sumber : merdeka
Seorang netizen dengan akun twitter ervin_darwin menulis maki-makian terhadap TNI AU. Tak cuma itu, Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto juga dimakinya.
Tak jelas kenapa ervin_darwin menulis status seperti itu. Selain TNI AU, dia juga memaki-maki Kepala Staf TNI AD, Danjen Kopassus dan Presiden Jokowi.
TNI AU tak diam melihat kalimat provokasi yang ditulis ervin_darwin. Polisi Militer TNI AU didampingi petugas kepolisian segera mendatangi pria ini dan meminta klarifikasi. Mediasi tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh warga sebagai saksi.
Tak dijelaskan secara detil bagaimana proses tersebut. Namun pihak TNI AU menulis pria ini tak segarang status-statusnya di twitter saat menghadapi penegak hukum.
"Saat di medsos ternyata tidak segarang saat didatangi POMAU, think before twit, anda sopan kami segan," tulis akun TNI AU, Selasa (8/8) kemarin.
Pemilik akun tersebut menulis permohonan maaf kepada TNI AU telah menulis kata-kata makian seperti itu.
"Bahwa saya tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang menyinggung TNI AU. Bahwa saya memohon maaf atas perbuatan saya," tulis Erwin.
Sumber : merdeka
Membandingkan militer Indonesia dan Belanda di masa lalu sama dengan membicarakan dagelan yang lucu sekali. Ya, alasannya tak lain karena kita dan mereka sama sekali tak sebanding. Belanda adalah negara penjajah yang luar biasa dan kita ya begitu-begitu saja. Dan bukti kalau mereka jauh lebih kuat tentu adalah penjajahan yang sedemikian lama itu.
Namun, ketika waktu berganti, segalanya pun ikut berubah. Militer Belanda yang dulu bagi Indonesia adalah bak seekor monster, kini tak lebih dari seorang bocah. Ya, angkatan perang kita saat ini melampaui jauh si negeri tulip. Dari data yang disusun Global Fire Power, diketahui Belanda saat ini berada di peringkat 35 dunia dan kita ada di posisi 14.Hari ini kita sangat kuat kalau dibandingkan dengan Belanda. Bahkan seumpama kita balik invasi mereka, kemungkinan berhasilnya lebih dari 50 persen dengan catatan masing-masing negara berdiri di atas kekuatan sendiri. Untuk mengetahui perbedaan kekuatan Indonesia dan Belanda saat ini, berikut adalah ulasan tentang komparasinya.
Indonesia Menang Telak Soal Jumlah Tentara
Bukan bermaksud untuk sombong, namun pada kenyataannya kalau soal tentara kita jauh lebih unggul dari Belanda. Tak hanya dilihat dari jumlahnya saja, tapi juga kualitas yang dimiliki. Tentang jumlah, Indonesia memiliki tentara yang jauh lebih banyak alias berlipat-lipat dari Belanda. Ya, hari ini mereka hanya memiliki sekitar 50 ribuan tentara aktif, sedangkan kita mempunyai 476 ribu serdadu siap perang.Tentara Belanda vs Indonesia
Tak hanya jumlah, Indonesia juga unggul soal kualitas. Hal ini terbukti dari beragam prestasi yang ditorehkan oleh para tentara kita di berbagai ajang dunia. Belanda mungkin juga cukup berprestasi, namun masih kalah jauh dibanding Indonesia. Tak hanya lewat prestasi, bukti kualitas tentara kita juga dilihat dari begitu banyaknya pasukan elit yang dimiliki, macam Denjaka, Sat-Bravo, Kopaska, dan lain sebagainya yang masing-masingnya sudah mendapatkan pengakuan dunia.
Kekuatan Darat Indonesia Jauh Lebih Tangguh
Jika di ranah tentara kita menang telak, lalu bagaimana dengan kekuatan darat? Ya, sama sekali tak ada bedanya alias kita masih unggul jauh. Hal ini dibuktikan dari koleksi alutsista darat kedua negara yang begitu jauh terpautnya.
Kekuatan darat Belanda vs Indonesia
Soal tank misalnya, Indonesia memiliki sekitar 468 buah, sedangkan Belanda sama sekali tidak punya. Serius, kalau tidak percaya silakan telusuri datanya di Global Fire Power. Meskipun begitu, Belanda memiliki sekitar 979 buah kendaraan taktis. Namun, kita tetap unggul di situ karena memiliki sekitar 1.089 buah dan masih bisa produksi lebih banyak lagi.
Kekuatan Udara Kita Setara dengan Mereka
Soal tentara dan kekuatan darat kita menang jauh, namun lain soal daya udara. Ya, di ranah ini siapa sangka kalau Belanda ternyata cukup kuat. Hal ini lagi-lagi bisa kita lihat dari jumlah alutsista yang dimiliki oleh masing-masing negara.Misalnya pesawat tempur, Belanda ternyata unggul dari kita dengan jumlah 66 buah sedangkan Indonesia hanya 58 saja. Pun demikian dengan helikopter serbu, mereka memiliki 27 buah dan Indonesia hanya 5 saja. Meskipun demikian, kita cukup unggul untuk pesawat transportasi dengan memiliki 170 buah sedangkan mereka hanya 45 saja.Kekuatan Laut Kita dan Mereka Cukup Berimbang
Sama halnya seperti kekuatan udara, dalam hal daya laut ternyata kita dan mereka cukup berimbang walaupun Indonesia bisa dibilang lebih unggul sedikit. Kalau dilihat dari alutsistanya, beberapa kita unggul. Misalnya jumlah Corvette yang totalnya 10 buah sedangkan mereka 0 alias tak punya, serta kapal patroli yang mana kita memiliki 66 buah sedangkan mereka hanya 4 saja.
Perbandingan kekuatan laut Indonesia vs BelandaMeskipun unggul, tapi Indonesia kalah jumlah kapal selam. Ya, mereka ternyata memiliki 4 buah, sedangkan Indonesia hanya 2 saja. Walaupun demikian, rencananya pemerintah bakal menganggarkan dana untuk kapal selam. Sehingga dalam waktu dekat jumlahnya mungkin akan sama dengan Belanda atau bahkan lebih.
Penjajah tak selamanya jemawa, ungkapan ini pas untuk menggambarkan kondisi Belanda sekarang. Dulu mereka bagai monster, tapi hari ini bukan siapa-siapa. Meskipun demikian, kita juga tak boleh terlalu sombong dan congkak. Pasalnya, Belanda sendiri ada andil dalam membentuk kekuatan militer kita di masa lalu.
sumber : boombastis
Mata minus atau rabun jauh adalah keadaan di mana penderitanya kesulitan untuk melihat benda-benda yang jaraknya jauh. Nggak hanya diderita oleh orang dewasa saja, bahkan anak-anak dan para remaja juga beresiko terancam oleh penyakit yang bisa dibilang sepele ini. Penyebabnya bisa dari keturunan, hingga kebiasaan buruk seperti sering menonton TV atau membaca terlalu dekat.
Solusi untuk menyelamatkan mata minus ini nggak harus dengan menggunakan kacamata apalagi soft lens, lho. Berikut saran-saran dari Hipwee Tips yang bisa kamu coba segera!
1. Latihlah fokus penglihatanmu dengan menggunakan telunjuk
Untuk melakukan latihan ini, duduklah dalam posisi yang nyaman, tempatkan telunjuk kamu sekitar 10 cm dari hidung. Fokuskan pandanganmu ke arah telunjuk kemudian alihkan fokusmu ke objek jauh di belakang telunjuk. Kemudian kembalikan fokusmu ke telunjuk. Lakukan dengan melirik tanpa menggeserkan kepala.
Ulangi proses ini hingga 10 kali, maka minusmu akan berkurang dan penglihatanmu akan meningkat.
2. Senam mata juga perlu, demi menjaga kelenturan mata
Goyangkan bola mata dari kiri ke kanan, kemudian berputar dan berkedip sebanyak 100 kali setiap hari. Latihan ini juga berguna untuk membersihkan dan melumasi biji mata.
3. Kurangi ketegangan dengan menggeser penglihatan atau mengganti objek pandangan
Sebaiknya jangan terlalu lama menatap satu objek tertentu, karena hal ini akan menyebabkan otot mata menjadi tegang dan kaku. Misalnya ketika kamu sedang menatap layar komputer, alihkan pandangan beberapa saat ke jendela atau objek lain di sekitarmu, barulah kembali menatap layar komputer.
4. Nggak cuma badan, matamu pun sesekali butuh berjemur di pagi hari
Memanjakan mata dengan berjemur dapat dilakukan dengan cara menutup kedua mata dan arahkan pandangan ke matahari sampai bola mata terasa hangat. Sebaiknya lakukan hal ini di pagi hari, supaya asupan vitamin D juga tercukupi.
5. Minimal sehari sekali, ganti lalu tentukan warna apa yang bisa melatih tingkat fokusmu
Kamu bisa memilih warna untuk dapat difokuskan setiap hari. Misalnya hari ini kamu memilih warna merah, maka lihat dan carilah warna merah di sekelilingmu. Hal ini sangat bagus untuk melatih fokus matamu ke dalam warna tertentu.
6. Biar bakteri dan debu-debu kabur, mengompres mata pun wajib kamu lakukan
Untuk membersihkan mata, kamu bisa menggunakan obat tetes mata agar mata terhindar dari kuman dan bakteri. Selain itu, kamu bisa membilas mata dengan air hangat. Caranya, siapkan semangkuk air hangat lalu masukkan mata ke dalamnya dan berkedip-kediplah selama beberapa saat.
Langkah ini ampuh untuk mengeluarkan debu dan kotoran yang masuk ke dalam mata.
7. Segera lepas kaca mata atau softlens jika memang tak diperlukan! Pokoknya, jangan keseringan
Otot mata akan menjadi kaku ketika kamu menggunakan kacamata, karena mata akan terbiasa fokus pada pusat lensa. Coba buktikan, kamu akan terbiasa menggunakan leher untuk melihat sekeliling ketimbang menggeser bola mata.
8. Nikmatilah pemandangan hijau guna menyegarkan mata, sekaligus jiwa yang merana ??
Sesekali pergilah mencari objek pegunungan atau pepohonan dalam rangka penyegaran mata. Objek berwarna hijau diyakini dapat memberikan ketenangan dan dampak positif bagi mata. Selain baik untuk mata, kegiatan ini berguna juga untuk mengembalikan pikiranmu supaya tetap jernih.
9. Supaya tingkat pusingmu berkurang, coba latih mata untuk memperhatian benda-benda bergerak
Mengurangi mata minus dapat dilakukan dengan melihat kendaraan yang berlalu-lalang di jalan raya selama beberapa menit. Memang pada awalnya agak memusingkan, tapi cara ini ampuh untuk melatih otot mata.
10. Terapi lilin. Langkah sederhana untuk mensterilkan mata berikut kotoran-kotorannya
Caranya mudah, nyalakan lilin lalu tataplah nyala lilin tersebut sampai kamu mengeluarkan air mata. Usahakan untuk tidak terlalu banyak berkedip supaya makin banyak air mata yang dikeluarkan. Lakukan terapi ini selama 4 kali dalam seminggu.
11. Istirahatkan mata 15 menit sekali dengan teknik eye palming. Jangan diforsir kalau sudah capek, ya
Teknik ini ampuh untuk mengistirahatkan mata dan membuatnya rileks. Gosok-gosokkan telapak tangan hingga hangat, tutup kedua mata dan tempelkan dengan telapak tangan yang hangat. Kamu bisa lakukan kapanpun saat mata kamu merasa penat.
12. Tiap bangun tidur, pijat juga titik-titik sekitar mata untuk membuat mata menjadi rileks
Lakukan pijatan-pijatan ringan di sekeliling mata setiap kali bangun tidur. Pijatan ini berguna untuk melancarkan peredaran darah dan merilekskan mata yang lelah.
13. Sesekali, lakukan terapi daun sirih supaya jamur-jamur pada mata kabur
Daun sirih punya banyak khasiat seperti mengurangi iritasi, membuang kotoran dan mematikan kuman serta jamur pada mata.
Caranya, ambil dua lembar daun sirih, cuci bersih kemudian tempelkan pada kelopak mata sebelum tidur. Pagi harinya, lepas daun sirih (mungkin sudah terlepas dengan sendirinya) dan cuci bersih wajah kamu.
14. Jaga pola makanmu! Konsumsilah menu-menu yang kaya akan vitamin A, biar penglihatanmu tetap terjaga
Untuk penanganan dari dalam, kamu sebaiknya mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A, betakaroten, omega 3, luthein, lycopene, dan zink. Kandungan zat ini sangat dibutuhkan oleh mata. Beberapa makanan yang mampu mengembalikan kesehatan mata antara lain seperti wortel, ikan salmon, alpukat, kol, bayam, telur, dan tiram.
Asal telaten dan teratur, mata minusmu yang mengganggu pasti akan mundur secara teratur. ?? Good luck!