Rabu, 12 April 2017

Kepala BNN Minta Tentara Tembak Bandar Narkoba, Ini Jawaban dari Mabes TNI!

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengusulkan agar tentara diberi kewenangan menembak mati bandar narkoba. Bagaimana tanggapan dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI)? 

Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto mengatakan institusi tegas menyatakan perang terhadap narkoba. Pemberantasan pun harus dilakukan tanpa pandang bulu. Untuk memenuhi keinginan BNN, katanya, harus sesuai dengan prosedur hukum berlaku.

"Untuk laksanakan tembak bandar ditempat tidak mungkin oleh kita. Tidak mungkin dilaksanakan di luar prosedur hukum, pasti akan diselesaikan dengan hukum berlaku," katanya kepada merdeka.com, Rabu (5/4).

Menurutnya, usulan itu bisa saja dilakukan jika memang saat penangkapan bandar melakukan perlawanan dengan senjata. Aparat berhak mengambil tindakan untuk membela diri. 

Wuryanto mengatakan komitmen TNI terhadap pemberantasan narkoba tegas dengan melakukan bersih-bersih di internal. Anggota yang menjadi pemadat akan diberi saksi.

"Kita tindak keras prajurit terlibat narkoba," kata mantan Kasdam Siliwangi ini.

Karena Indonesia sudah nyatakan perang terhadap narkoba, menurut Wuryanto, semua komponen masyarakat harus dilibatkan. Jangan ada keleluasaan terhadap bandar untuk menjual barang haramnya. 

"Upaya pemberantasan narkoba ini, BNN, polisi saya kira perlu dibantu secara maksimal. Kita semua termasuk TNI," tandasnya.

Budi Waseso mengaku sudah berkali-kali menyampaikan usulan jika anggota TNI diberikan kewenangan menembak bandar narkoba kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu dia juga sampaikan ke Wapres Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Untuk mengetahui siapa bandar yang menjadi target data akan dipasok oleh pihak Polri. Dengan begitu, kata Budi, kecil kemungkinan saat TNI bertindak sebagai eksekutor terjadi kesalahan.

Menurutnya, direktur narkoba mengetahui siapa dan di mana saja bandar narkoba. TNI bisa bertindak tanpa harus ada barang bukti. "Musuh negara, selesai. Wong TNI dikasih senjata untuk negara, ahli dan terampil untuk bertempur," katanya.

"Kalau lawan bandar mah gampang, lihat saja fotonya benar dari polisi dan BNN, clear. Kamu namanya ini ya? Cocok, tembak saja. Derrr. Habis. Gitu kan," tandasnya.

sumber : merdeka.com

Serius Ingin Menjadi Tentara? Baca 4 Hal Ini Sebelum Mendaftar Jadi Tentara!

Salah satu profesi yang terkenal dengan baju seragamnya yang khas adalah anggota militer yang kalau di Indonesia berada dibawah markas Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lembaga ini mewadahi tiga divisi yaitu angkatan darat (TNI-AD), angkatan laut (TNI-AL) dan angkatan udara (TNI-AU).

Tentu saja tidak mudah untuk bisa bergabung menjadi anggota TNI. Selain butuh fisik yang kuat, anggota TNI juga diharuskan cerdas, berani, disiplin, dan tangkas.

Berikut empat fakta menarik seputar profesi tentara.

1. Tes kesehatan banyak mengugurkan calon anggota TNI

Dari semua tes dalam proses recruitment calon anggota TNI, tes kesehatan dianggap sebagai momok yang paling berat karena banyak peserta yang gagal dalam tes ini. Sehat saja ternyata tidak cukup karena calon peserta harus melalui serangkaian tes kesehatan yang cukup ketat.

Tes kesehatan dibagi dalam dua bagian yaitu tes kesehatan bagian luar tubuh dan bagian dalam tubuh. Pemeriksaan kesehatan luar tubuh mencakup tinggi badan, postur, mata, gigi, THT, anus, dan alat reproduksi. Sementara dalam tubuh termasuk rontgen, tes urine, dan tes darah.

Oh ya, yang diperiksa bukan saja kesehatan fisik semata tetapi juga kesehatan mental. Maklum bidang pekerjaan tentara termasuk berisiko tinggi, sehingga calon anggota tentara harus memiliki kesehatan psikologis.

2. Rekruitmen dan pendidikan dalam TNI 

Rekrutmen di institusi TNI dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu rekruitmen untuk Tamtama, Bintara, dan Akademi Militer (akmil). Tingkatan pendidikan itu tergantung latar belakang pendidikan si calon anggota, apakah dia lulusan SMP atau SMU. Selain itu minat dari calon anggota juga berpengaruh.

Misalnya, untuk calon Tamtama biasanya tamatan SMP dan sederajat masih bisa mendaftar. Mereka kemudian akan mendapat pendidikan selama enam bulan di Sekolah Calon Tamtama (Secata). Setelah lulus, mereka akan mendapatkan pangkat Prajurit Dua (Prada).

Sementara untuk Calon Bintara haruslah tamatan SMU dan menempuh pendidikan di Sekolah Calon Bintara (Secaba) selama lima bulan dan begitu lulus mendapatkan pangkat Sersan Dua.

Bagaimana dengan Akmil? Nah persyaratan untuk masuk Akmil juga bisa dilakukan lulusan SMU dan mendapat pendidikan selama empat tahun. Lulusan Akmil akan berpangkat Letnan Dua (Letda).

Meskipun demikian, tentu saja ada kesempatan untuk naik pangkat ke level yang lebih tinggi, khususnya untuk perwira Bintara, dengan mengikuti pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa). Setelah mengikuti pendidikan tersebut, mereka bisa langsung berpangkat Letnan Dua (Letda)

3. Gaji anggota TNI

Meskipun anggota tentara di Indonesia mengembang tugas yang cukup berat, gaji mereka masih dianggap cukup kecil dan tidak sebanding dengan risiko yang mereka tanggung.

Informasi tentang gaji pokok ini tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 31 tahun 2015 tentang perubahan ke 11 atas, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2001 tentang peraturan gaji anggota TNI. Selain pangkat, besaran gaji yang diterima disesuaikan dengan masa tugas masing-masing prajurit.

Gaji untuk golongan I tamtama yaitu antara Rp1,5 juta sampai Rp2,8 juta, sementara golongan II Bintara mendapatkan gaji antara Rp2 juta hingga Rp3,8 juta. Gaji golongan III perwira pertama sekitar Rp2,6 juta hingga Rp4,6 jutaan.

Perwira menengah akan mengantongi gaji antara Rp2,8 juta hingga Rp4,9 juta sementara perwira tinggi mendapatkan gaji antara Rp3,1 juta hingga Rp5,6 juta.

4. Mengenal prajurit karir

Bagaimana dengan mereka yang kebetulan tidak menempuh pendidikan militer dari dasar sebagaimana disebutkan di atas dan memilih untuk kuliah? Apa ada kesempatan untuk berkarir di bidang ini?

Tentu saja ada. Anda bisa mendaftar di Sekolah Perwira PK dan mendapat pendidikan di Magelang, Jawa Tengah untuk menjadi prajurit karir. Biasanya yang mendaftar di sekolah ini adalah lulusan sarjana atau diploma yang lulus tes masuk, dan menguasai sejumlah skill tertentu seperti ahli IT, dokter, insinyur, dan bahkan ahli hukum.

Lama pendidikan di Sekolah Perwira PK adalah 7-8 bulan saja dan begitu lulus langsung mendapat pangkat Letnan Dua (Letda).

Sebelum mendaftar, pastikan Anda memenuhi persyaratan yang diminta, terutama masalah usia. Disarankan umur calon perwira karir tidak boleh lebih dari 25 tahun untuk lulusan D3, sementara untuk lulusan S1 tidak boleh lebih dari 27 tahun.

sumber : qerja.com

Jendral Gatot : Saya Berikan PRAJURIT yang TERBAIK, Siap Menjaga Novel Baswedan!

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel jika diminta untuk mengawal penyidik KPK selama 24 jam. Pengawalan diperlukan buntut dari teror terhadap Novel Baswedan.

"Ini (permintaan pengawalan) sudah dikoordinasikan, tinggal pelaksanaannya saja," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4).

Gatot tidak menyebutkan prajurit yang disiapkannya itu merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI. "Saya berikan prajurit yang terbaik. Saya tak sebutkan siapa orangnya. Kita pengawalan secara tidak terlihat. Jumlahnya tergantung permintaan dan kebutuhan," ujar Gatot.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini pun mengutuk keras tindakan orang tak dikenal yang melakukan penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan pada Selasa (11/4).

Novel Baswedan terkena siraman air keras ketika selesai menunaikan ibadah Shalat Subuh di masjid di dekat kediamannya di Kepala Gading, Selasa (11/4) pagi.

Sesaat setelah kejadian, Novel langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kepala Gading. Diduga pelaku penyiraman berjumlah dua orang dengan mengendarai sepeda motor dan mengenakan helm.

Penyidik KPK Novel Baswedan dibawa ke Singapura untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut pascamengalami serangan penyiraman air keras pada Selasa (11/4).

"Saya ikut ke Singapura, mohon doanya ya," kata abang Novel, Taufik Baswedan saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Rabu.

Namun, Taufik mengaku tidak memahami teknis perawatan yang akan dijalani oleh Novel di sana. "Teknisnya saya kurang tahu," tambah Taufik.

sumber : merdeka.com

Selasa, 11 April 2017

MENEGANGKAN! Kisah HEROIK Aiptu Sunaryanto Sebelum Tembak Perampok di Angkot!

Aiptu Sunaryanto menjadi buah bibir. Keberaniannya melumpuhkan perampok yang menyandera penumpang di angkot KWK T25, jurusan Rawamangun-Pulogebang, menuai pujian. Tetapi tahukah, di balik aksi heroiknya, ada sedikit rasa galau.

Aiptu Sunaryanto merupakan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur. Saat aksi perampokan dan penyenderaan terjadi, ia sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Pondok Ungu, Bekasi menuju kantornya. Ia kebagian bertugas piket malam.

Namun di tengah jalan, Sunaryanto saat berkunjung ke kantor VIVA.co.id, Senin 10 April 2017 malam, menuturkan, melihat kerumunan warga. Ia juga mendengar teriakan "rampok...rampok". Meski bertugas di Satuan Lalu Lintas, nalurinya sebagai polisi membuat ia memutar balik motornya.
Saat itu Sunaryanto menggunakan jaket khas kepolisian. Ia lalu mendekat ke angkot tersebut. Memperkenalkan diri sebagai polisi, dan berniat membebaskan sandera. 

"Si pelaku sendiri tampak panik, dan mulai tegang karena banyaknya massa yang berkumpul," ujar Sunaryanto.

Selama setengah jam ia mencoba menenangkan massa yang sudah geram melihat aksi pelaku, sekaligus bernegosisasi dengan pelaku untuk membebaskan sanderanya.

"Agak riskan, karena pelaku menempelkan pisau di leher si ibu yang menggendong anaknya," tutur Sunaryanto.
Berkali-kali ia meminta pelaku menyerahkan diri. Namun bukannya melunak, ia malah semakin beringas. Sunaryanto pun berpikir keras bagaimana caranya bisa melumpuhkan si pelaku tanpa melukai sandera.

"Dia (pelaku) sempat curiga saya bawa pistol, tapi saya bilang tidak ada. Pistol tetap dipinggang," katanya.

Namun sebetulnya, kata Sunaryanto, pistol ia sembunyikan di antara kaki, dengan kondisi terkokang. Tersenggol sedikit saja, peluru bisa meletus, meleset dari sasaran. Selain itu, sisi kemanusiaan Sunaryanto juga berharap tindakan yang akan dilakukannya tidak sampai membunuh si pelaku.

"Saya berdoa, ya Allah jangan sampai dia mati. Karena biar bagaimana pun berat pertanggungjawabannya di mata Allah, dan bisa-bisa saya masih diperiksa," ujarnya sambil tertawa.
Sunaryanto yang ditemani Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro AKBP Indra Jafar, terus berbicara menenangkan pelaku. Berulang kali ia berusaha mengalihkan perhatian pelaku berinisial H yang berusia sekitar 25 tahun itu.

"Saya harus hati-hati sekali karena ruangnya sempit dan jarak antara dia dan sandera sangat dekat," ujarnya.
Sunaryanto pun berulang kali meminta warga menjauhi angkot. Saat itulah pelaku lengah, dan ia menembakkan peluru dari pistolnya. "Kena lengan dekat siku. Begitu tertembak tangannya langsung terkulai, dan korban langsung ditarik diamankan," katanya.

Sunaryanto pun lega, sandera selamat dan pelaku yang ditembaknya tidak sampai meninggal dunia. Aksi Sunaryanto ini menuai pujian dari sang atasan. Wadislantas AKBP Indra Jafar mengatakan, apa yang dilakukan anak buahnya itu membuktikan polisi lalu lintas tidak hanya bisa menilang saja seperti anggapan sebagian besar masyarakat. Tapi juga bisa bertindak lebih dari itu. �Bisa menenangkan ratusan massa, negosiasi dengan pelaku, melumpuhkan itu luar biasa,� katanya.

Senin, 10 April 2017

Kisah Lucu TNI di Masa Lalu ini Akan Membuatmu Tertawa Tapi Akan Bangga Luar Biasa!

TNI kita hari ini benar-benar bikin bangga. Indonesia menempati peringkat 14 dunia, sebuah angka yang jadi bukti betapa militer kita sangat jemawa. Israel saja sekarang ada di peringkat 16, bahkan Korut yang bikin Amerika segan ada di peringkat 25. Indonesia yang sekarang memang sangat hebat, namun untuk mencapai hal hebat ini negara kita harus berjuang susah payah.

Kembali ke masa lalu, militer kita sangatlah lemah. Mayoritas tentara tidak profesional, serta alutsista yang ada juga sangat miris. Saat itu sepenuhnya kita hanya bergantung pada tekad, serta kepercayaan menang. Semakin berjalannya waktu, militer Indonesia pun kuat dan bisa seperti sekarang.

Berikut adalah beberapa gambaran tentang mirisnya militer kita di masa lalu. Banyak kejadian lucu, tapi di balik itu ada kebanggaan luar biasa. Simak ulasan menariknya berikut.

1. Hanya Modal Berani Naik Pesawat, Bisa Langsung Jadi Pilot

Dulu di masa perjuangan, sama sekali tidak susah bagi seseorang untuk menjadi pilot angkatan udara. Cukup berani naik pesawat, maka ia sudah resmi jadi pilot di AU. Terlepas apakah ia punya kemampuan untuk itu. Lucu, ya? Hanya melakukan hal kecil itu langsung bisa masuk angkatan.

Alasan kenapa hal ini bisa terjadi adalah karena tidak cukupnya waktu untuk melakukan rekrutmen panjang. Indonesia butuh seseorang yang bisa cepat diajak berjuang. Tak punya kapabilitas tapi berani mencoba, sangat jelas kalau orang-orang dulu rela berjuang dengan risiko yang sangat besar.

2. Naik Pangkat Hanya Dalam Beberapa Jam Saja

Bagi tentara sekarang, naik pangkat adalah hal yang cukup susah. Selain butuh waktu yang cukup lama, ia juga harus memiliki kemampuan lebih. Hal yang seperti ini tidak kita temui di masa lalu. Seseorang bisa naik pangkat hanya dalam waktu beberapa jam saja.

Syaratnya sendiri juga cukup mudah, yakni punya pengaruh dengan memiliki beberapa orang pengikut. Bung Karno sendiri pernah mengangkat seorang Letnan menjadi Mayor hanya dalam beberapa jam. Kita harus maklum karena negara memang sedang butuh perjuangan besar.

3. Satu Senapan Dibagi Lima Orang Prajurit

Tak seperti sekarang, dulu alutsista tentara Indonesia itu miris. Kita hanya punya sedikit sekali persenjataan. Alhasil, agar tetap bisa berjuang, ketika itu tentara harus berbagi senjata. Satu senapan dipakai untuk lima orang.

Senapannya sendiri adalah hasil rampasan dari Jepang atau sisa Belanda dan jumlahnya sangat sedikit dan kondisinya tidak layak. Makanya sangat masuk akal kalau orang-orang dulu hanya berjuang dengan memakai bambu runcing atau golok-golok, karena memang hanya itu yang dimiliki.

4. Seragam Prajurit Bisa Lebih Mewah dari Komandannya

Masa perjuangan dulu keadaan orang-orang Indonesia sangat miris. Jangankan hidup mewah, punya baju dan bisa makan saja sudah sangat beruntung. Kondisi ini merata, termasuk kepada tentara-tentara.

Dulu, para tentara kita jarang ada yang memakai baju perang. Seragam yang sering dipakai ya hanya baju yang menempel di badan saja. Jika ada yang memakai baju tentara maka dipastikan ia mengambilnya dari pasukan musuh. Uniknya, keadaan ini membuat seorang prajurit bisa berpenampilan lebih oke dari komandannya, dan hal tersebut memang kerap terjadi.

5. Jadi Perwira Syaratnya Sangat Mudah

Tentu saja menjadi perwira itu sangat susah. Butuh pendidikan militer mumpuni, serta berprestasi. Setidaknya butuh waktu yang lama bagi seorang tentara menjadi perwira. Tapi, di masa lalu, hal ini tidak terjadi. Mau jadi perwira syaratnya sangat-sangat gampang.

Tak perlu pendidikan khusus, hanya cukup dengan merampas senjata musuh dan menunjukkannya. Bung Karno pernah bilang, �Seorang sukarelawan yang mendaftarkan diri dengan membawa 10 anak buah, diberi pangkat kopral. Bila memimpin 20 orang, ia jadi sersan. Tetapi bila membawa senapan dan granat selundupan, ia menjadi perwira.�

Siapa yang menyangka jika dulu ternyata seperti ini. Begitu banyak hal-hal lucu yang bikin senyum. Namun, sangat masuk akal sebenarnya jika kondisinya seperti itu. Pasalnya Indonesia memang sedang dalam masa prihatin. Meskipun begitu, semangat berjuang orang-orang dulu begitu membuncah. Atribut sama sekali bukan hal yang penting, Indonesia bisa merdeka adalah satu-satunya hal yang dipikirkan para pejuang.

sumber : boombastis

Berkenalan dengan HAIKAL. HACKER Ganteng Lulusan SD yang Direkrut Kepolisian!

Sultan Haikal M Aziansyah alias Emre, otak pembobolan sejumlah situs yang merugikan miliaran rupiah, termasuk situs waralaba tiket.com dan Go-Jek, mendapat kabar gembira. Dia akan dipekerjakan oleh Polri. Hal tersebut disampaikan Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi.

�Betul, Polri berencana akan merekrut Haikal dan hackers lain untuk membantu tugas Polri,� terang Idam. Idam selaku penyidik mengatakan, Haikal akan bergabung bersama tim siber dan partner Polri.

Perekrutan lelaki yang menghebohkan kepolisian karena sukses membobol 4.600 situs online itu, menurut penyidik agar pelaku berguna bagi bangsa. �Supaya jadi lurus dan berguna untuk bangsa,� imbuh Idam.

Haikal, pemuda yang bahkan tak lulus SMP itu melakukan hacking secara independen, tanpa campur tangan jaringan tertentu. �Dia single fighter, tidak gabung jaringan anonymous,� kata Idam.

Aksinya bersama tiga rekannya di Balikpapan yakni Khoirul Umam (19), AI (19), dan NTM (27) telah membuat rugi PT Global Networking selaku pemilik situs tiket.com sebesar Rp 4 miliar.

Haikal diciduk di rumahnya di Jalan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (30/3) lalu. Dia diamankan dengan barang bukti handphone iPhone 7 plus, laptop Asus GL562J, handphone iPhone 5, modem Huawei, ATM, buku tabungan Bank BRI, serta KTP.          

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, komplotan kejahatan dunia maya atau dikenal dengan hacker yang dibekuk Mabes Polri bersama Polres Balikpapan di rumah indekos di Jalan Siaga, RT 19, Damai, Balikpapan Kota, Selasa (28/3) siang lalu, salah satunya bernama Khoirul Umam.

 Dia adalah pemuda Penajam Paser Utara (PPU), anak orang desa yang sangat sederhana. Dari penelusuran Balikpapan Pos, diperoleh informasi, ternyata Khoirul Umam lulusan salah satu SMK di PPU dan lulus pada 2016 lalu.

 Semasa sekolah, Khoirul Umam mempunyai catatan kurang baik, salah satunya sering tidur di kelas. Wali kelas pun terpaksa memanggil orangtuanya ke sekolah. Kebiasaan tidur di kelas ini mulai muncul saat Khoirul Umam duduk di kelas XI SMK.

 Kebiasaan begadang malam, karena Koirul Umam gemar bermain internet, berselancar di dunia maya, hingga akhirnya sangat paham internet. Dari situlah dia punya kepiawaian di dunia IT. Sayangnya, dia salah langkah menjadi komplotan hacker. Waktu masih sekolah, dia sudah terlihat berbeda dengan teman-temannya. Barang-barang yang dipakainya adalah barang mahal. Di antaranya, laptopnya harga mahal, HP-nya ganti-ganti merek dengan harga paling mahal. Khoirul Umam sering bagi-bagi uang, satu orang dikasih Rp 100 ribu. Setelah lulus, dia juga menawarkan menanggung semua biaya perpisahan anak-anak.

 Meski orangtuanya sangat sederhana, hidup pas-pasan, namun kehidupan Khoirul Anam terus menanjak ketika baru lulus SMK. Di usianya yang baru menginjak 18 tahun, baru lulus sekolah dan teman-temannya pusing mencari kerja, dia sudah membeli mobil baru Honda Jazz warna merah.

Kedok yang mengantarkan Khoirul Umam mengenyam hidup mewah akhirnya terungkap. Semuanya hasil kejahatan. Dia akhirnya diringkus tim Cyber Crime Mabes Polri bersama dua kawannya, lantaran kejahatannya membobol situs jual beli tiket dengan omzet mencapai miliaran rupiah. 

Saat ditangkap di dalam rumah indekos di Jalan Siaga, Kelurahan Damai, yang disewa para pelaku, ada seorang wanita cantik yang ternyata pramugari salah satu maskapai penerbangan swasta.

Tiga pelaku, salah satunya Khoirul Umam, bertugas menindaklanjuti penjualan tiket setelah dilakukan pembobolan. Penjualan kepada pengguna pesawat domestik dilakukan melalui akun Facebook. Mereka juga menyiapkan tabungan tersendiri untuk menampung uang hasil penjualan tiket tersebut. Hasilnya, 50 persen untuk pembobol dan 50 persen untuk tiga orang yang menjual tiket tersebut. SH yang berperan sebagai eksekutor meretas situs, membobol server maskapai penerbangan. Selanjutnya dihubungkan dengan username agen perjalanan seperti tiket.com.

Dari website tersebut didapat kode booking tiket pesawat. Kegiatan ilegal akses ini sudah dilakukan sejak Oktober 2016. Petugas berhasil menyita tujuh unit HP, tiga buah kartu ATM, dua buah SIM, dua buah KTP, dua unit laptop, serta tabungan dengan saldo sebesar Rp 212 juta. (ono/net/k1)

Sumber

Minggu, 09 April 2017

Tanpa Fa Fi Fu, Jendral Gatot Langsung Segel Kabel Fiber Optik dari Malaysia di Anambas!

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, mengecek langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi asal Malaysia PT Sacofa, yang dinilai melanggar kedaulatan NKRI di Tarempa Barat, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa.

"Ini belum memiliki izin dari Pemerintah RI, sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara," kata Gatot Nurmantyo di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis 6 April 2017.

Menurut Gatot, penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut, dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan.

Gatot menjelaskan, kabel fiber optik milik PT Sacofa yang terbentang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara.

"Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bila ada tambahan perangkat lain, sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam," ujar Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

sumber : liputan6

Kamis, 06 April 2017

Menguak Silsilah Habib Rizieq, Anak Pejuang Kemerdekaan dan Kerabat Dekat si Pitung!

Oleh: Alwi Shahab

Saban menggelar acara syukuran Milad, markas Front Pembela Islam (FPI) di Jatipetamburan, Jakarta Pusat selalu ramai dipadati anggotanya. Di sepanjang Jalan Jatipetamburan III atau 300 meter biasanya digelar permadani untuk menampung para jamaah. Sedang di sebagian ruas Jl Jatipemburan Raya, depan RS Pelni, hanya dapat dilewati kendaraan satu jalur karena biasanya sudah dipadati massa yang mengenakan busana putih dan peci putih.

Seperti pada 2007, acara Milad ke-9 FPI dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah. Diteruskan zikir, tahlil dan ceramah maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung hingga pukul 09.30 pagi. Diakhiri dengan pawai keliling Jakarta. Ketua Umum FPI Habib Rizieq Husein Shihab, ketika melepas pawai, meminta agar mereka tertib dan sopan.

Melihat begitu patuhnya para anggota FPI kepada ketua umumnya, saya teringat pada pemimpin Pandu Arab Indonesia, Husein Shihab, ayah Habib Rizieq Shihab. Pada awal 1950-an, Husein Shihab telah menghimpun para pemuda Arab untuk mengabdi pada bangsa melalui bidang kepanduan. Dia lebih dikenal dengan sebutan hopman kata Belanda untuk pemimpin kepanduan.

Seperti juga Habib Rizieq, ayahnya itu juga sangat cekatan dalam memimpin dan memberikan pengarahan kepada para pemuda yang tergabung dalam Pandu Arab Indonesia. Saya, yang juga menjadi anggota pandu ini lebih setengah abad lalu, membandingkan penampilan sang ayah dengan putranya yang kini memimpin ratusan ribu massa FPI menurut Rizieq anggota FPI di Indonesia sekitar lima juta orang.

Sangat jauh berbeda dengan penampilan sang ayah yang sering memakai jas dan dasi, putranya ini selalu mengenakan jubah dan sorban. �Ayah saya memang modern dan orangnya sangat berbaur,� kata Habib Rizieq. Wajah pria kelahiran Agustus 1965 itu hampir sama dengan wajah almarhum ayahnya.

Sekalipun cara berpakaian dan berpikirnya modern, Husein Shihab sangat dekat dengan ulama Betawi terkemuka, Habib Ali Alhabsyi dari Kwitang, Jakarta Pusat. Pada acara-acara seperti Maulid Nabi, Isra Miraj dan menerima tamu asing, Habib Ali selalu meminta Husein Shahab yang fasih berbahasa Belanda menjadi MC. Acara-acara Pandu Arab yang dilakukan tiap Sabtu sore berlangsung di halaman Madrasah Unwanul Falah di Kwitang. Madrasah yang dibangun oleh Habib Ali pada 1911 ini telah melahirkan sejumlah ulama Betawi.

Habib Rizieq mengatakan ketika ayahnya meninggal dunia pada 1966, dia baru berusia 11 bulan. �Jadi saya mengenalnya hanya dari foto,� katanya. 

Husein Shihab lahir pada 1920-an. Sebelum meninggal di Polonia, Jatinegara, berkata kepada seorang anggota keluarganya, �Tanyakan kepada putra saya ini, kalau sudah besar mau menjadi ulama atau jagoan? Kalau mau jadi ulama, didik agamanya dengan baik. Kalau mau jadi jagoan, berikan dia golok.�

Sejak itu, Rizieq dipindahkan ke Jatipetamburan. Ia meneruskan kuliah ke Riyadh University (kini King Saud University) Arab Saudi dan mengambil jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul). Setelah lulus S1, Rizieq meneruskan ke University Malaya, Kuala Lumpur, untuk lulus S2 bidang Syariat.

Ia juga menyelesaikan Studi Islam di Universitas Antar-Bangsa, Malaysia (S2). Di kampus yang sama, Rizieq pun lulus S3.

Menurut sejumlah teman almarhum Husein Shihab yang kini rata-rata berusia di atas 80 tahun, pemimpin Pandu Arab ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.

Husein, yang ketika itu masih berusia 20 tahunan, bekerja di bagian logistik. Di sini dia punya hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Dia banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya.

Rupanya NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu, karena ada kawannya sendiri yang tega mengkhianatinya dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan ia diseret dengan kendaraan jip.

Di penjara dia divonis hukuman mati oleh Belanda. Tapi, berkat bantuan Allah, Husein berhasil kabur dari penjara dan melompat ke Kali Malang. Dia selamat, meskipun bagian bokongnya tertembak. Dia sadar setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari KH Nur Ali, pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Suatu hari, Rizieq memperlihatkan foto ayahnya dengan istri Bung Karno, Fatmawati, dalam suatu upacara pada awal kemerdekaan. Dia menyatakan bangga, ayahnya punya semangat nasionalisme yang tinggi dan ikut membakar para pemuda Arab melawan Belanda melalui Pandu Arab Indonesia.

Ayah Husein Shihab, Habib Muhammad Shihab, dahulu pernah memiliki ratusan delman dan memiliki istal kuda di depan RS Pelni. Delman yang bertrayek Tanah Abang ke Kebayoran Lama ini pernah diganggu oleh preman yang mengaku anak buah si Pitung, jagoan Betawi yang dibenci Belanda.

Seperti dituturkan Rizieq, kakeknya itu langsung menemui Pitung yang merasa tidak senang namanya dicatut. Rupanya pertemuan itu malah membuat dua tokoh Betawi tersebut menjadi akrab. Akhirnya, Habib Muhammad dikawinkan dengan ponakan Pitung dari Koebon Nanas, Kebayoran Lama. Dari perkawinan ini lahirlah Husein Shihab, ayah Rizieq.

Sumber : republika.co.id

Ahmad Yani, Calon Presiden Pengganti Sukarno yang Gugur Karena Pengkhianatan PKI!

Sebagai Menteri/Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani pada 1962 menuliskan ungkapan menarik tentang Pasukan Tajrabirawa. Dalam pesan tertulis Ahmad Yani di Majalah Tjakrabirawa edisi Oktober saat itu, Pasukan Tjakrabirawa diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dalam segala kondisi.

"Terapung sama hanyut, terendam sama basah," begitu tulis Ahmad Yani dalam testimoni untuk Pasukan Tjakrabirawa. 

Menurut mantan Wakil Komandan Tjakrabirawa Kolonel Purn Maulwi Saelan, Ahmad Yani adalah yang paling dekat dengan Bung Karno. Saelan juga menuturkan, Soekarno pernah menyebut kalau Ahmad Yani adalah penggantinya sebagai presiden.

"Bung Karno bicara seperti itu kepada saya. Bung Karno menilai Ahmad Yani adalah sosok penggantinya yang tepat di kemudian hari," kata Saelan saat ditemui merdeka.com pada Jumat (27/9) di Sekolah Al-Azhar Kemang, Jakarta Selatan.

Saelan juga menjelaskan, jauh-jauh sebelumnya, Soekarno juga sudah mendengar persetujuan pihak keluarga Ahmad Yani. Hingga dijadwalkan akan ada pertemuan untuk membahas hal itu lebih lanjut. Dalam penjelasan Saelan, Ahmad Yani dijadwalkan akan menemui Bung Karno di Istana Jakarta pada 1 Oktober 1965.

"Dalam agenda yang kami pegang saat itu, Ahmad Yani akan menghadap. Tapi tidak tahu apa yang akan dibicarakan. Dari penuturan Bung Karno akan Yani sebelumnya, pertemuan itu akan membahas kelanjutan untuk membahas Ahmad Yani sebagai pengganti Bung Karno," ujar saelan lebih lanjut.

Hubungan Yani dan Soekarno mulai dekat ketika Yani menjabat Kepala Staf Gabungan Komando Tertinggi (KOTI) pembebasan Irian Barat sekitar tahun 1963. Yani juga menjadi juru bicara tunggal Panglima Tertinggi soal Irian Barat. Hampir setiap hari dia rapat dengan Soekarno di Istana. Hubungan mereka kemudian memang erat. Setelah menjabat Kasad, hubungan Yani dan Soekarno makin akrab.

"Banyak yang bilang bapak jadi anak emas Presiden Soekarno," kata putri Yani, Amelia A Yani dalam buku Achmad Yani Tumbal Revolusi terbitan Galang Press.

Amelia Yani mengingat hubungan ayahnya dan Presiden Soekarno sangat dekat. Amelia mengingat Soekarno ikut peduli dengan renovasi rumah Yani di Menteng. Soekarno juga sering mengajak Yani ikut dalam kunjungan ke daerah. Bahkan menyempatkan hadir saat syukuran rumah Yani.

"Hari Minggu pun Bapak dan Ibu sering menemani Bung Karno dan ibu Hartini ngobrol-ngobrol di Istana Bogor," kenang Amelia.

Namun kemesraan itu tak berlangsung lama. Isu Dewan Jenderal dan rumor kudeta Angkatan Darat membuat jarak di antara Soekarno dan Yani.

Mantan Wakil Perdana Menteri Soebandrio punya keterangan berbeda soal rencana pemanggilan Yani tanggal 1 Oktober 1965 itu. Di buku 'Kesaksianku tentang G30S', Soebandrio menyebut, Presiden Soekarno memanggil Yani untuk untuk dimarahi karena tidak setuju dengan keberadaan angkatan kelima. Dalam catatan Soebandrio itu, posisi Yani sebagai Menpangad akan dicopot. 

"Yani malah sudah siap kursinya (Menpangad) akan diberikan kepada orang lain. Saat itu juga beredar isu kuat bahwa kedudukan Yani sebagai Menpangad akan diganti. Presiden Soekarno memerintahkan agar Yani menghadap ke Istana pada 1 Oktober 1965 pukul 08.00 WIB. Tetapi hanya beberapa jam sebelumnya Yani diculik dan dibunuh," tulis Soebandrio dalam bukunya.

Soal Yani, menambah satu lagi polemik tak terjawab dalam G30S.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/soekarno-punya-rencana-tunjuk-ahmad-yani-jadi-penggantinya.html 

Silahkan di share